Daur ulang

Friday, April 19, 2013 0 comments

TUGAS KELOMPOK IPA
 
 








Description: skatel
KELOMPOK 2 :
DICKY PRADISMA F
FAJRI KURNIAWAN A
FUJITA S
INDAH TIARA H
LISCA A A
M.RIFKY
M.RIZKY
M.SANDI A
SITI MAHMUDAH


Pendahuluan
  • Latar belakang
Seperti yang kita ketahui, dalam beberapa tahun terakhir banyak permasalahan mengenai sampah ataupun limbah. Orang-orang sering menyepelekan tentang limbah yang berada di sekitar mereka, padahal limbah yang berada di sekitar mereka itu sangat merugikan diri mereka sendiri. Apalagi bila limbah tersebut sudah melebihi ambang batas yang sudah di tentukan. Tentu saja hal tersebut dapat mengakibatkan kerugian bagi masyarakat yang berada di sekitar limbah tersebut.

  • Tujuan
Hal yang bisa dilakukan adalah dengan mendaur ulang limbah tersebut. Dengan demikian limbah tersebut bisa di manfaatkan lagi, sehingga limbah yang awalnya adalah bahan tidak terpakai bisa menjadi bahan yang berguna bagi masyarakat sekitar.























ü Pengertian
Limbah adalah bahan buangan tidak terpakai yang bedampak negatif terhadap masyarakat jika limbah tersebut tidak dikelola dengan baik dan benar.

Ø   Macam-macam limbah
1.      Berdasarkan wujud limbah
a.      Limbah padat
Merupakan limbah yang terbanyak di lingkungan dan biasa disebut dengan sampah.
b.      Limbah gas dan partikel
Polusi udara adalah udara yang tercemar akibat zat yang merugikan, mengandung partikel-partikel yang tidak baik bagi kesehatan.
c.       Limbah Cair
Limbah cair adalah segala jenis limbah yang berwujud cair berupa air yang sudah tercampur(tersuspensi) maupun yang terlarut dalam air
2.      Ditinjau secara kimiawi
Limbah di bagi menjadi dua kelompok,
a.      Limbah organik
Limbah organik merupakan segala limbah yang mengandung unsur karbon(C), sehingga meliputi limbah dari makhluk hidup. Contohnya kotoran hewan dan manusia, sisa makanan, sisa tumbuhan mati, kertas plastik dan karet
b.      Limbah Anorganik
Limbah anorganik merupakan limbah-limbah yang tidak mengandung unsur karbon, seperti besi dari mobil bekas, alumunium dari kaleng bekas, kaca dan pupuk anorganik.
3.      Berdasarkan Sumbernya
a.      Limbah Industri
Limbah industri umumnya berupa bahan sintetik berupa logam berat dan bahan beracun lainnya yang tidak dapat diurai dalam proses biologi(non degradable)
b.      Limbah Rumah Tangga
Merupakan limbah yang dihasilkan dari berbagai macam kegiatan rumah tangga. Limbah ini mempunyai daya racun yang tinggi jika berasal dari sisa obat dan aki.
c.       Limbah minyak
Merupakan limbah yang disebabkan oleh proses exploitasi, pengangkutan, kebocoran, kecelakaan, maupun tumpahan minyak lainnya.

d.      Limbah Pertanian
Merupakan hasil buangan pestisida yang tidak tepat yang akan menimbulkan pencemaran yang merugikan dan membahayakan makhluk hidup karena mengandung pestisida seperti, DDT yang di buang ke perairan disekitar lahan pertanian.
e.       Limbah Konstruksi
Merupakan material yang sudah tidak digunakan lagi untuk proses konstruksi, pernbaikan, atau perubahan.
f.        Limbah Radoaktif
Merupakan limbah yang berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir baik untuk pembangkit tenaga listrik ataupun untuk keperluan industri dan rumah sakit.
Nah , di sini kami akan membahas tentang LIMBAH PADAT . Ada beberapa penanganan limbah padat , yaitu :
1. Penimbunan  
è Open Dumping
                           
è Sanitory Landfill

1. Proses Penimbunan sampah dengan menggunakan metode Open Dumping dan Sanitory Landfill
A.     Open Dumping
Pada sistem terbuka (open dumping), sampah dibuang begitu saja dalam sebuah tempat pembuangan akhir tanpa ada perlakuan apapun. Tidak ada penutupan tanah. Tak heran bila sistem ini dinilai sangat mengganggu lingkungan.
Sistem controlled landfill merupakan peningkatan dari open dumping. Untuk  mengurangi potensi gangguan lingkungan yang ditimbulkan, sampah ditimbun dengan lapisan tanah setiap tujuh hari. Dalam operasionalnya, untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan dan kestabilan permukan TPA, maka dilakukan juga perataan dan pemadatan sampah.
Untuk bisa melaksanakan metode ini, diperlukan penyediaan beberapa fasilitas, di antaranya :
  • Saluran drainase untuk mengendalikan aliran air hujan.
  • Saluran pengumpul air lindi (leachate) dan instalasi pengolahannya.
  • Pos pengendalian operasional.
  • Fasilitas pengendalian gas metan
  • Alat berat


B.     sanitary landfill
Sedangkan sistem sanitary landfill merupakan sarana pengurugan sampah ke lingkungan yang disiapkan dan dioperasikan secara sistematis. Ada proses penyebaran dan pemadatan sampah pada area pengurugan dan penutupan sampah setiap hari. Penutupan sel sampah dengan tanah penutup juga dilakukan setiap hari.
Description: sanitatary_landfill
Metode ini merupakan metode standar yang dipakai secara internasional. Untuk meminimalkan potensi gangguan timbul, maka penutupan sampah dilakukan setiap hari. Namun, untuk menerapkannya diperlukan penyediaan prasarana dan sarana yang cukup mahal.
Metode sanitary landfilled dianjurkan untuk diterapkan di kota besar dan metropolitan. Untuk dapat melaksanakan metode ini diperlukan penyediaan beberapa fasilitas, sama seperti fasilitas dalam sistem controlled landfill. Tentu dengan kebutuhan jumlah dan spesifikasi yang berbeda.

2. Insenerasi
Insenerasi adalah pembakaran sampah/limbah padat menggunakan suatu alat yang disebut Insenerator.
Description: 2420632_web

Cara kerja alat :
Pertama, sampah di introduksi ke mulut Insinerator, dan pada lubang ujung lainnya sisa hasil pembakaran dikeluarkan. Udara yang dipakai dalam proses pembakaran disuplai melalui celah piringan. Aliran udara ini juga bertujuan untuk mendinginkan piringan tersebut. Beberapa jenis insinerator piringan bergerak juga memiliki sistem air pendingin di dalamnya.
Suplai udara pembakaran sekunder dilakukan dengan memompa udara menuju bagian atas piringan. Jika dilakukan dengan kecepatan tinggi, hal ini dapat memicu turbulensi yang memastikan terjadinya pembakaran yang lebih baik dan surplus oksigen.
Fasilitas insinerasi harus didesain untuk memastikan bahwa gas sisa hasil pembakaran mencapai temperatur 850o selama dua detik agar senyawa kimia organik terpecah.
Gas sisa hasil pembakaran lalu di dinginkan. Panas yang ada ditransfer menjadi uap dengan memaparkannya pada sistem pompa air. Uap ini lalu digerakkan untuk menggerakkan turbin. Gas yang telah melampaui pendinginan di pompakan ke fasilitas sistem pembersih.
Insenerasi terbagi 3 , yaitu :
1.      Insenerasi Piroltik (Suhu Tinggi):
Kelebihan: Efisiensi Desinfeksi sangat tinggi, Tepat untuk semua limbah Infeksius, dan sebgaian  besar limbah sediaan Farmasi dan Bahan Kimia.
Kekurangan: Penghancuran Limbah secara Sitotoksik. Secara tidak sempurna. Biaya Investasi dan Operasional lebih tinggi.
2.      Insenerasi Bilik Tunggal:
Kelebihan:
v  Efisiensi Desinfeksi Baik
v  Penurunan tajam berat dan volume limbah
v  Residu dapat dibuang ke Landfill
v  Tidak memerlukan operator yang sangat ahli
v  Biaya Investasi dan Operasional relatif
Kekurangan:
v  Emisi Polutan Udara yang Signifikan
v  Perlu dilakukan Pembersihan Jelaga dan Arang secara berjangka
v  Tidak Efisien untuk menghancurkan limbah bahan kimia dan obat-obatan seperti obat Sitotoksik

3.      Insinerasi Drum dan Batu Bata
Kelebihan:
v  Penurunan Tajam Berat dan Volume Limbah
v  Biaya Investasi dan Operasional sangat rendah
Kekurangan:
v  Hanya menghancurkan 99% Mikroorganisme
v  Tidak banyak menghancurkan banyak limbah bahan kimia dan sediaan farmasi Emisi Besar-besaran Asap Hitam, Abu Melayang, Gas Cerobong Toksik dan bau.

3. Pembuatan kompos
Kompos adalah pupuk yang dibuat dari sampah organik, seperti sayuran, daundan ranting serta kotoran hewan melalui proses degradasi/penguraian oleh mikroorganisme tertentu .

Manfaat kompos organik diantaranya adalah 
1) memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi ringan
2) memperbesar daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak berderai 
3) menambah daya ikat tanah terhadap air dan unsur-unsur hara tanah
4) memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah
5) mengandung unsur hara yang lengkap, walaupun jumlahnya sedikit (jumlah hara ini tergantung dari bahan pembuat pupuk organik)
6) membantu proses pelapukan bahan mineral
7) memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikrobia
8) menurunkan aktivitas mikroorganisme yang merugikan

Di lingkungan alam terbuka, kompos bisa terjadi dengan sendirinya. Lewat proses alami, rumput dedaunan, dan kotoran hewan serta sampah lainnya lama kelamaan membusuk karena kerjasama antara mikroorganisme dan cuaca.
Proses tersebut bisa dipercepat oleh perlakuan manusia, hingga menghasilkan kompos yang berkualitas baik, dalam jangka waktu tidak terlalu lama. Sebab jika sewaktu-waktu kompos tersebut kita perlukan segera, kita tidak mungkin menunggu kompos dari hasil proses ala yang membutuhkan jangka waktu agak lama itu.

Fungsi Kompos : 
  1. Soil Conditioner; berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah, terutama bagi tanah kering dan ladang
  2. Meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air (increase soil water holding capacity)
  3. Soil Ameliorator; berfungsi mempertinggi kemampuan pertukaran kation (KPK) baik pada tanah ladang maupun tanah sawah dan lain-lain.
Kompos dan Kesuburan Tanah
Salah satu unsur pembentuk tanah adalah bahan organis. Jadi jelaslah betapa pentingnya penambahan bahan organis kedalam tanah. Seperti telah diketahui, bahan organis terentuk dari sisa tanaman, hewan atau kotoran hewan, juga sisa jutaan makhluk kecil yang berupa bakteri jamur, ganggang, hewan ber-sel satu maupun banyak sel. Sisa hewan dan tumbuh-tumbuhan ini sebelum menjadi bahan organis, akan mengalami proses perubahan lebih dahulu.
Sebelum mengalami proses perubahan, sisa hewan dan tumbuhan ini tidak berguna bagi tanaman, karena unsur hara terikat dalam bentuk yang tidak dapat diserap oleh tanaman. Oleh sebab itu, perlu dikomposkan. Selama proses perubahan dan peruraian bahan organis, unsur hara makanan akan bebas menjadi bentuk yang larut dan dapat diserap tanaman.
Bahan organis yang telah terkompos dengan baik, bukan hanya memperkaya bahan makanan tanaman tetapi terutama berperanan besar terhadap perbaikan sifat-sifat tanah, seperti :
  • mengembailkan kesuburan tanah mellui perbaikan sifat-sifat tanah baik fisik, kemis maupun biologis
  • mempercepat dan mempermudah penyerapan unsur nitrogen oleh tanaman karena telah diadakan perlakuan khusus sebelumnya
  • mencegah infeksi yang disebabkan oleh biji-biji tumbuhan pengganggu
  • dapat disediakan secara mudah, murah dan relatif cepat
  • bahan organis pada kompos memperbesar daya ikat tanah yang berpasir, sehingga tidak mudah longsor
  • memperbaiki struktur tanah lempung
  • bahan organis dalam tanah akan mempertinggi kemampuan pengikatan unsur hara dan penampungan air, sehingga tanah dapat lebih banyak menyediakan air serta makanan bagi tanaman dan dapat mencegah timbulnya banjir
  • memperbaiki drainage dan tata udara tanah, terutama paa tanah berat. Dengan tata udara tanah yang baik dan kandungan air yang cukup tinggi, maka suhu udara akan lebih stabil.
Maksud Pembuatan Kompos
Mengapa penggunaan kompos begitu penting ?. Ada beberapa alasan yang perlu dikemukakan, yaitu melengkapi kebutuhan bahan organis dari pupuk lain (pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kimia dan sebagainya). Pertimbangan lain penggunaan kompos, adalah mengingat pemakaian pupuk buatan/kimia memakan biaya besar. Pupuk buatan dapat dihanyutkan air atau menguap ke udara. Tetapi jika kita campur pupuk buatan tersebut dengan sisa tumbuhan atau bahan baku lain yang dikompos, maka pupuk buatan tersebut tidak akan mudah dihanyutkan hujan atau menguap ke udara.
Beberapa petani yang telah berhasil mengatakan bahwa satu sak pupuk buatan dicampur kompos lebih baik dari pada tiga sak pupuk butan tanpa dicampur kompos. Pupuk buatan yang dicampur kompos menjadi kompos menjadi pupuk organis yang diperkaya.
Penggalakan penggunaan kompos, dapat juga dimanfaatkan dari persediaan bahan-bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (jerami, sampah kota dan lain-lain) dalam jumlah banyak. Lalu bagaimana caranya ?. Telah diketahui bahwa C/N tanah-tanah pertanian : 10 – 12. Maka bahan organis yang akan digunakan sebagai pupuk, sebaiknya mempunyai perbandingan C/N yang mendekati C/N tanah. Sedang sisa-sisa tanaman yang masih segar pada umumnya C/N –nya tinggi, jadi belum bisa langsung digunakan sebagai kompos.
Daftar Perbandingan C/N dari berbagai tumbuh-tumbuhan :
Jenis Tumbuh – tumbuhan / materi
C/N Rasio
- kayu (tergantung pd macam & umurnya)
+ 200 – 400
- jerami padi
50 – 70
- batang jagung
100
- daun-daun kering (tergantung macamnya)
50 – lebih
- kulit buah kapuk
50
- bahan-bahan pupuk-hijau yang tidak terlalu tua & yg besar
20
- daun-daun segar (tergantung pd macamnya)
10 – 20
- kulit buah kopi
15 – 20
- sisa pemangkasan, cabang pohon (tergantung macam & umurnya)
15 – 60
- sisa pemangkasan pohon teh
15 – 17
- salvia
17
- daun dadap muda
11
- daun tephrosia yang muda
11
- bungkil biji kapuk
10
- bungkil biji kacang
7
Bahan-bahan yang mempunyai C/N sama atau mendekati C/N tanah, tentu dapat dengan langsung digunakan. Tetapi sebelum digunakan sebagai pupuk, sebaiknya dikomposkan dahulu. Ini supaya C/N –nya menjadi lebih rendah atau mendekati C/N tanah.
Jadi pembuatan kompos ialah menumpukkan bahan-bahan organik dan membiarkannya terurai menjadi bahan-bahan yang mempunyai perbandingan C/N yang rendah sebelum digunakan sebagai pupuk.
Syarat-syarat Keberhasilan Pembuatan Kompos :
A.     Susunan Bahan Mentah
Sampai pada batas tertentu, semakin kecil ukuran potongan bahan mentahnya, semakin cepat pula waktu pembusukannya. Ini karena semakin banyak permukaan yang tersedia bagi bakteri pembusuk untuk menyerang dan menghancurkan material-material tersebut.
Untuk mempercepat proses pembusukan, kita dapat mencincang daun-daunan, ranting-ranting dan material organis lainnya dengan tangan.
B.     Suhu dan Ketinggian Timbunan Kompos
Penjagaan panas sangat penting dalam pembuatan kompos. Dan satu faktor yang menentukan tingginya suhu adalah tinggi timbunan itu sendiri. Tinggi timbunan yang memenuhi syarat adalah sekitar 1,25 sampai 2 meter. Ini akan memenuhi penjagaan panas dan kebutuhan akan udara. Pada waktu proses pembusukan berlangsung, pada timbunan material yang tingginya 1,5 meter akan menurun sampai kira-kira setinggi 1 atau 1,25 meter.
C.     Pengaruh Nitrogen ( N )
Timbunan yang ber-Nitrogen terlalu sedikit (zat yang dibutuhkan bakteri penghancur untuk berbiak) tidak akan menghasilkan panas untuk membusukkan material dengan cepat. Tetapi, kadar karbon/nitrogen (C/N) yang tinggi bisa menyebabkan timbunan itu membusuk pelan-pelan lewat kerja zat-zat organis suhu rendah (kebanyakan jamur)

D.    Kelembaban
Timbunan kompos harus selalu lembab, tapi kita perlu menjaganya supaya tidak sampai becek. Karena kelebihan air akan mengkibatkan volume udara jadi berkurang. Semakin basah timbunan itu, makin sering pula kita harus mengaduknya untuk menjaga dan mencegah pembiakan bakteri an-aerobik.
E.     Bak Penampungan
Bak penampungan berfungsi sebagai menampung bahan kompos untuk diproses sekaligus untuk membolak-balik agar tercampur dan proses pembusukan berlangsung merata.

F.     Pengadukan
Tujuan dari proses pengadukan kompos :
·         memasukkan sejumlah oksigen untuk tetap berlangsungnya proses pembusukan
  • mengeringkan bahan apabila timbunan terlampau basah, mencegah timbulnya bakteri an-aerobik
  • untuk menyusun kembali bahan yang sedang dalam proses pembusukan. Bagian luar yang kurang busuk kita pindah ketengah timbunan hingga bakteri suhu tinggi akan mulai bekerja lagi. Timbunan akan kembali menjadi panas dengan lebih cepat, dan ketika suhu menurun lagi, proses pengomposan telah selesai dan kompos siap dipakai.

Alat yang Digunakan :
Ø  komposter
Description: 2162540_ipkk3
Pengomposan dengan menggunakan teknologi kompoter adalah proses penguraian sampah organik secara aerob dengan menggunakan mikroba pengurai dan organik agent(bahan mineral organic).
Cara penggunaan komposter :
    1. sampah yang sudah di pilih di potong kecil-kecil
    2. campur sampah organik dengan organik agent (serbuk gergaji,dedak, abu dll)
    3. siram larutan mkroba pengurai pada bahan sampah organik sampai membasahi semua bahan dan menjadi lembab.
    4. Bahan sampah yang telah diproses 1 sampai 3 di masukkan kedalam komposter, proses composting yang baik dalam temperature 40-50 derajat celcius( dalam Kurun waktu 2-3 hari)
    5. Proses pembusukan sampah organik dalam komposter berkisar antara 7-10 hari tergantung dari jenis bahan yang di menjadi bahan baku sampah organik. Bolak-balik serta tusuk-tusuk media kompos setiap hari agar proses aerasi bejalan dengan baik.
    6. Keluarkan sampah organik yang telah menjadi kompos melalui pintu yang berada di bagian bawah komposter. Simpan di tempat teduh agar terkena angin. Kompos akan menjadi kering dan gembur
    7. Kompos siap di gunakan sebagai pupuk.

Description: sampahdaun

v  Limbah yang di olah
Daun-daun yang sudah gugur dari pohon dan sudah mongering, dikumpulkan dan di olah menjadi kompos.
Description: kopos
4.Daur Ulang

Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle).

Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah 
kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi.

Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirip dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi 
kertas dengan kualitas yang sama, atau busa polistirena bekas harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama. Seringkali, hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal dibandingkan dengan proses pembuatan dengan bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari daur ulang adalah ekstraksi material berharga dari sampah, seperti emas dari prosessor komputer, timah hitam dari baterai, atau ekstraksi material yang berbahaya bagi lingkungan, seperti merkuri.

Daur ulang adalah sesuatu yang luar biasa yang bisa didapatkan dari sampah. Proses daur ulang 
alumunium dapat menghemat 95% energi dan mengurangi polusi udara sebanyak 95% jika dibandingkan dengan ekstraksi alumunium dari tambang hingga prosesnya di pabrik. Penghematan yang cukup besar pada energi juga didapat dengan mendaur ulang kertas, logam, kaca, dan plastik.

Daftar Pustaka
Ø  Wikipedia Bahasa Indonesia
Ø  JongJava.com
Ø  Syamsuri, Istamar, dkk. 2004. Biologi untuk SMA. Jakarta: Erlangga
Ø  slideshare.net

0 comments:

Post a Comment

 

©Copyright 2011 Siti Mahmudah | TNB