|

KELOMPOK 2 :
DICKY PRADISMA F
FAJRI KURNIAWAN A
FUJITA S
INDAH TIARA H
LISCA A A
M.RIFKY
M.RIZKY
M.SANDI A
SITI MAHMUDAH
DICKY PRADISMA F
FAJRI KURNIAWAN A
FUJITA S
INDAH TIARA H
LISCA A A
M.RIFKY
M.RIZKY
M.SANDI A
SITI MAHMUDAH
Pendahuluan
- Latar belakang
Seperti yang kita ketahui, dalam beberapa tahun terakhir banyak
permasalahan mengenai sampah ataupun limbah. Orang-orang sering menyepelekan tentang
limbah yang berada di sekitar mereka, padahal limbah yang berada di sekitar
mereka itu sangat merugikan diri mereka sendiri. Apalagi bila limbah tersebut
sudah melebihi ambang batas yang sudah di tentukan. Tentu saja hal tersebut
dapat mengakibatkan kerugian bagi masyarakat yang berada di sekitar limbah
tersebut.
- Tujuan
Hal yang
bisa dilakukan adalah dengan mendaur ulang limbah tersebut. Dengan demikian
limbah tersebut bisa di manfaatkan lagi, sehingga limbah yang awalnya adalah
bahan tidak terpakai bisa menjadi bahan yang berguna bagi masyarakat sekitar.
ü Pengertian
Limbah adalah bahan buangan tidak terpakai yang
bedampak negatif terhadap masyarakat jika limbah tersebut tidak dikelola dengan
baik dan benar.
Ø Macam-macam limbah
1.
Berdasarkan wujud limbah
a.
Limbah padat
Merupakan limbah yang terbanyak di lingkungan dan biasa disebut dengan
sampah.
b.
Limbah gas dan partikel
Polusi udara adalah udara yang tercemar akibat zat yang merugikan,
mengandung partikel-partikel yang tidak baik bagi kesehatan.
c.
Limbah Cair
Limbah cair adalah segala jenis limbah yang berwujud cair berupa air
yang sudah tercampur(tersuspensi) maupun yang terlarut dalam air
2.
Ditinjau
secara kimiawi
Limbah di bagi menjadi
dua kelompok,
a.
Limbah
organik
Limbah organik merupakan
segala limbah yang mengandung unsur karbon(C), sehingga meliputi limbah dari
makhluk hidup. Contohnya kotoran hewan dan manusia, sisa makanan, sisa tumbuhan
mati, kertas plastik dan karet
b.
Limbah
Anorganik
Limbah anorganik
merupakan limbah-limbah yang tidak mengandung unsur karbon, seperti besi dari
mobil bekas, alumunium dari kaleng bekas, kaca dan pupuk anorganik.
3.
Berdasarkan
Sumbernya
a.
Limbah
Industri
Limbah industri
umumnya berupa bahan sintetik berupa logam berat dan bahan beracun lainnya yang
tidak dapat diurai dalam proses biologi(non degradable)
b.
Limbah
Rumah Tangga
Merupakan limbah yang
dihasilkan dari berbagai macam kegiatan rumah tangga. Limbah ini mempunyai daya
racun yang tinggi jika berasal dari sisa obat dan aki.
c.
Limbah
minyak
Merupakan limbah yang
disebabkan oleh proses exploitasi, pengangkutan, kebocoran, kecelakaan, maupun
tumpahan minyak lainnya.
d.
Limbah
Pertanian
Merupakan hasil
buangan pestisida yang tidak tepat yang akan menimbulkan pencemaran yang
merugikan dan membahayakan makhluk hidup karena mengandung pestisida seperti,
DDT yang di buang ke perairan disekitar lahan pertanian.
e.
Limbah
Konstruksi
Merupakan material
yang sudah tidak digunakan lagi untuk proses konstruksi, pernbaikan, atau
perubahan.
f.
Limbah
Radoaktif
Merupakan limbah yang
berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir baik untuk pembangkit tenaga
listrik ataupun untuk keperluan industri dan rumah sakit.
Nah , di sini kami
akan membahas tentang LIMBAH PADAT . Ada beberapa penanganan limbah padat ,
yaitu :
1. Penimbunan è Open Dumping
è Sanitory Landfill
1. Penimbunan è Open Dumping
è Sanitory Landfill
1. Proses
Penimbunan sampah dengan menggunakan metode Open Dumping dan Sanitory Landfill
A.
Open Dumping
Pada sistem terbuka (open
dumping), sampah dibuang begitu saja dalam sebuah tempat pembuangan akhir
tanpa ada perlakuan apapun. Tidak ada penutupan tanah. Tak heran bila sistem
ini dinilai sangat mengganggu lingkungan.
Sistem controlled landfill merupakan
peningkatan dari open dumping. Untuk mengurangi potensi
gangguan lingkungan yang ditimbulkan, sampah ditimbun dengan lapisan tanah
setiap tujuh hari. Dalam operasionalnya, untuk meningkatkan efisiensi
pemanfaatan lahan dan kestabilan permukan TPA, maka dilakukan juga perataan dan
pemadatan sampah.
Untuk bisa melaksanakan metode ini,
diperlukan penyediaan beberapa fasilitas, di antaranya :
- Saluran
drainase untuk mengendalikan aliran air hujan.
- Saluran
pengumpul air lindi (leachate) dan instalasi pengolahannya.
- Pos
pengendalian operasional.
- Fasilitas
pengendalian gas metan
- Alat
berat
B. sanitary
landfill
Sedangkan sistem sanitary
landfill merupakan sarana pengurugan sampah ke lingkungan yang
disiapkan dan dioperasikan secara sistematis. Ada proses penyebaran dan
pemadatan sampah pada area pengurugan dan penutupan sampah setiap hari.
Penutupan sel sampah dengan tanah penutup juga dilakukan setiap hari.

Metode ini merupakan metode standar
yang dipakai secara internasional. Untuk meminimalkan potensi gangguan timbul,
maka penutupan sampah dilakukan setiap hari. Namun, untuk menerapkannya
diperlukan penyediaan prasarana dan sarana yang cukup mahal.
Metode sanitary landfilled dianjurkan
untuk diterapkan di kota besar dan metropolitan. Untuk dapat melaksanakan
metode ini diperlukan penyediaan beberapa fasilitas, sama seperti fasilitas
dalam sistem controlled landfill. Tentu dengan kebutuhan jumlah
dan spesifikasi yang berbeda.
2. Insenerasi
2. Insenerasi
Insenerasi
adalah pembakaran sampah/limbah padat menggunakan suatu alat yang disebut
Insenerator.

Cara kerja alat :
Pertama, sampah di
introduksi ke mulut Insinerator, dan pada lubang ujung lainnya sisa hasil
pembakaran dikeluarkan. Udara yang dipakai dalam proses pembakaran disuplai
melalui celah piringan. Aliran udara ini juga bertujuan untuk mendinginkan
piringan tersebut. Beberapa jenis insinerator piringan bergerak juga memiliki
sistem air pendingin di dalamnya.
Suplai udara
pembakaran sekunder dilakukan dengan memompa udara menuju bagian atas piringan.
Jika dilakukan dengan kecepatan tinggi, hal ini dapat memicu turbulensi yang
memastikan terjadinya pembakaran yang lebih baik dan surplus oksigen.
Fasilitas insinerasi
harus didesain untuk memastikan bahwa gas sisa hasil pembakaran mencapai
temperatur 850o selama dua detik agar senyawa kimia organik
terpecah.
Gas sisa hasil
pembakaran lalu di dinginkan. Panas yang ada ditransfer menjadi uap dengan
memaparkannya pada sistem pompa air. Uap ini lalu digerakkan untuk menggerakkan
turbin. Gas yang telah melampaui pendinginan di pompakan ke fasilitas sistem
pembersih.
Insenerasi terbagi 3 , yaitu :
1. Insenerasi Piroltik
(Suhu Tinggi):
Kelebihan: Efisiensi Desinfeksi sangat tinggi,
Tepat untuk semua limbah Infeksius, dan sebgaian besar limbah sediaan Farmasi dan Bahan Kimia.
Kekurangan: Penghancuran Limbah secara
Sitotoksik. Secara tidak sempurna. Biaya Investasi dan Operasional lebih tinggi.
2. Insenerasi Bilik
Tunggal:
Kelebihan:
v
Efisiensi
Desinfeksi Baik
v
Penurunan
tajam berat dan volume limbah
v
Residu
dapat dibuang ke Landfill
v
Tidak
memerlukan operator yang sangat ahli
v
Biaya
Investasi dan Operasional relatif
Kekurangan:
v
Emisi
Polutan Udara yang Signifikan
v
Perlu
dilakukan Pembersihan Jelaga dan Arang secara berjangka
v
Tidak
Efisien untuk menghancurkan limbah bahan kimia dan obat-obatan seperti obat
Sitotoksik
3. Insinerasi Drum dan
Batu Bata
Kelebihan:
v
Penurunan
Tajam Berat dan Volume Limbah
v
Biaya
Investasi dan Operasional sangat rendah
Kekurangan:
v
Hanya
menghancurkan 99% Mikroorganisme
v
Tidak
banyak menghancurkan banyak limbah bahan kimia dan sediaan farmasi Emisi
Besar-besaran Asap Hitam, Abu Melayang, Gas Cerobong Toksik dan bau.
3. Pembuatan kompos
Kompos adalah pupuk
yang dibuat dari sampah organik, seperti sayuran, daundan ranting serta kotoran
hewan melalui proses degradasi/penguraian oleh mikroorganisme tertentu .
Manfaat kompos organik
diantaranya adalah
1) memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi ringan
2) memperbesar daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak berderai
3) menambah daya ikat tanah terhadap air dan unsur-unsur hara tanah
4) memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah
5) mengandung unsur hara yang lengkap, walaupun jumlahnya sedikit (jumlah hara ini tergantung dari bahan pembuat pupuk organik)
6) membantu proses pelapukan bahan mineral
7) memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikrobia
8) menurunkan aktivitas mikroorganisme yang merugikan
1) memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi ringan
2) memperbesar daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak berderai
3) menambah daya ikat tanah terhadap air dan unsur-unsur hara tanah
4) memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah
5) mengandung unsur hara yang lengkap, walaupun jumlahnya sedikit (jumlah hara ini tergantung dari bahan pembuat pupuk organik)
6) membantu proses pelapukan bahan mineral
7) memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikrobia
8) menurunkan aktivitas mikroorganisme yang merugikan
|
Di lingkungan alam
terbuka, kompos bisa terjadi dengan sendirinya. Lewat proses alami, rumput
dedaunan, dan kotoran hewan serta sampah lainnya lama kelamaan membusuk
karena kerjasama antara mikroorganisme dan cuaca.
Proses tersebut bisa dipercepat oleh perlakuan manusia,
hingga menghasilkan kompos yang berkualitas baik, dalam jangka waktu tidak
terlalu lama. Sebab jika sewaktu-waktu kompos tersebut kita perlukan segera,
kita tidak mungkin menunggu kompos dari hasil proses ala yang membutuhkan
jangka waktu agak lama itu.
Fungsi Kompos
:
Salah satu unsur pembentuk tanah adalah bahan organis. Jadi jelaslah betapa pentingnya penambahan bahan organis kedalam tanah. Seperti telah diketahui, bahan organis terentuk dari sisa tanaman, hewan atau kotoran hewan, juga sisa jutaan makhluk kecil yang berupa bakteri jamur, ganggang, hewan ber-sel satu maupun banyak sel. Sisa hewan dan tumbuh-tumbuhan ini sebelum menjadi bahan organis, akan mengalami proses perubahan lebih dahulu.
Sebelum mengalami proses perubahan, sisa hewan dan
tumbuhan ini tidak berguna bagi tanaman, karena unsur hara terikat dalam
bentuk yang tidak dapat diserap oleh tanaman. Oleh sebab itu, perlu
dikomposkan. Selama proses perubahan dan peruraian bahan organis, unsur hara
makanan akan bebas menjadi bentuk yang larut dan dapat diserap tanaman.
Bahan organis
yang telah terkompos dengan baik, bukan hanya memperkaya bahan makanan tanaman
tetapi terutama berperanan besar terhadap perbaikan sifat-sifat tanah,
seperti :
Mengapa penggunaan kompos begitu penting ?. Ada beberapa alasan yang perlu dikemukakan, yaitu melengkapi kebutuhan bahan organis dari pupuk lain (pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kimia dan sebagainya). Pertimbangan lain penggunaan kompos, adalah mengingat pemakaian pupuk buatan/kimia memakan biaya besar. Pupuk buatan dapat dihanyutkan air atau menguap ke udara. Tetapi jika kita campur pupuk buatan tersebut dengan sisa tumbuhan atau bahan baku lain yang dikompos, maka pupuk buatan tersebut tidak akan mudah dihanyutkan hujan atau menguap ke udara.
Beberapa petani yang telah berhasil mengatakan bahwa
satu sak pupuk buatan dicampur kompos lebih baik dari pada tiga sak pupuk
butan tanpa dicampur kompos. Pupuk buatan yang dicampur kompos menjadi kompos
menjadi pupuk organis yang diperkaya.
Penggalakan penggunaan kompos, dapat juga dimanfaatkan
dari persediaan bahan-bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (jerami, sampah
kota dan lain-lain) dalam jumlah banyak. Lalu bagaimana caranya ?. Telah
diketahui bahwa C/N tanah-tanah pertanian : 10 – 12. Maka bahan organis yang
akan digunakan sebagai pupuk, sebaiknya mempunyai perbandingan C/N yang
mendekati C/N tanah. Sedang sisa-sisa tanaman yang masih segar pada umumnya
C/N –nya tinggi, jadi belum bisa langsung digunakan sebagai kompos.
Daftar Perbandingan C/N dari berbagai tumbuh-tumbuhan :
Bahan-bahan yang mempunyai C/N sama atau mendekati C/N
tanah, tentu dapat dengan langsung digunakan. Tetapi sebelum digunakan
sebagai pupuk, sebaiknya dikomposkan dahulu. Ini supaya C/N –nya menjadi
lebih rendah atau mendekati C/N tanah.
Jadi pembuatan kompos ialah menumpukkan bahan-bahan
organik dan membiarkannya terurai menjadi bahan-bahan yang mempunyai
perbandingan C/N yang rendah sebelum digunakan sebagai pupuk.
Syarat-syarat Keberhasilan Pembuatan Kompos :
A.
Susunan Bahan Mentah
Sampai pada batas tertentu, semakin
kecil ukuran potongan bahan mentahnya, semakin cepat pula waktu
pembusukannya. Ini karena semakin banyak permukaan yang tersedia bagi bakteri
pembusuk untuk menyerang dan menghancurkan material-material tersebut.
Untuk mempercepat proses pembusukan, kita dapat mencincang daun-daunan, ranting-ranting dan material organis lainnya dengan tangan.
B.
Suhu dan Ketinggian Timbunan Kompos
Penjagaan panas sangat penting
dalam pembuatan kompos. Dan satu faktor yang menentukan tingginya suhu adalah
tinggi timbunan itu sendiri. Tinggi timbunan yang memenuhi syarat adalah
sekitar 1,25 sampai 2 meter. Ini akan memenuhi penjagaan panas dan kebutuhan
akan udara. Pada waktu proses pembusukan berlangsung, pada timbunan material
yang tingginya 1,5 meter akan menurun sampai kira-kira setinggi 1 atau 1,25
meter.
C.
Pengaruh Nitrogen ( N )
Timbunan yang ber-Nitrogen terlalu
sedikit (zat yang dibutuhkan bakteri penghancur untuk berbiak) tidak akan
menghasilkan panas untuk membusukkan material dengan cepat. Tetapi, kadar
karbon/nitrogen (C/N) yang tinggi bisa menyebabkan timbunan itu membusuk
pelan-pelan lewat kerja zat-zat organis suhu rendah (kebanyakan jamur)
D.
Kelembaban
Timbunan kompos harus selalu
lembab, tapi kita perlu menjaganya supaya tidak sampai becek. Karena
kelebihan air akan mengkibatkan volume udara jadi berkurang. Semakin basah
timbunan itu, makin sering pula kita harus mengaduknya untuk menjaga dan
mencegah pembiakan bakteri an-aerobik.
E.
Bak Penampungan
Bak penampungan berfungsi sebagai
menampung bahan kompos untuk diproses sekaligus untuk membolak-balik agar
tercampur dan proses pembusukan berlangsung merata.
F.
Pengadukan
Tujuan dari proses pengadukan kompos :
·
memasukkan sejumlah oksigen untuk tetap berlangsungnya
proses pembusukan
|
Alat yang Digunakan :
Ø
komposter

Pengomposan dengan menggunakan teknologi
kompoter adalah proses penguraian sampah organik secara aerob dengan
menggunakan mikroba pengurai dan organik agent(bahan mineral organic).
Cara penggunaan
komposter :
- sampah yang sudah di pilih di
potong kecil-kecil
- campur sampah organik dengan
organik agent (serbuk gergaji,dedak, abu dll)
- siram larutan mkroba pengurai
pada bahan sampah organik sampai membasahi semua bahan dan menjadi
lembab.
- Bahan sampah yang telah diproses
1 sampai 3 di masukkan kedalam komposter, proses composting
yang baik dalam temperature 40-50 derajat celcius( dalam Kurun waktu 2-3
hari)
- Proses pembusukan sampah organik
dalam komposter berkisar antara 7-10 hari tergantung dari jenis bahan
yang di menjadi bahan baku sampah organik. Bolak-balik serta tusuk-tusuk
media kompos setiap hari agar proses aerasi bejalan dengan baik.
- Keluarkan sampah organik yang
telah menjadi kompos melalui pintu yang berada di bagian bawah komposter.
Simpan di tempat teduh agar terkena angin. Kompos akan menjadi kering dan
gembur
- Kompos siap di gunakan sebagai
pupuk.

v
Limbah
yang di olah
Daun-daun yang sudah
gugur dari pohon dan sudah mongering, dikumpulkan dan di olah menjadi kompos.

4.Daur Ulang
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle).
Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi.
Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirip dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama, atau busa polistirena bekas harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama. Seringkali, hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal dibandingkan dengan proses pembuatan dengan bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari daur ulang adalah ekstraksi material berharga dari sampah, seperti emas dari prosessor komputer, timah hitam dari baterai, atau ekstraksi material yang berbahaya bagi lingkungan, seperti merkuri.
Daur ulang adalah sesuatu yang luar biasa yang bisa didapatkan dari sampah. Proses daur ulang alumunium dapat menghemat 95% energi dan mengurangi polusi udara sebanyak 95% jika dibandingkan dengan ekstraksi alumunium dari tambang hingga prosesnya di pabrik. Penghematan yang cukup besar pada energi juga didapat dengan mendaur ulang kertas, logam, kaca, dan plastik.
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle).
Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi.
Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirip dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama, atau busa polistirena bekas harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama. Seringkali, hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal dibandingkan dengan proses pembuatan dengan bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari daur ulang adalah ekstraksi material berharga dari sampah, seperti emas dari prosessor komputer, timah hitam dari baterai, atau ekstraksi material yang berbahaya bagi lingkungan, seperti merkuri.
Daur ulang adalah sesuatu yang luar biasa yang bisa didapatkan dari sampah. Proses daur ulang alumunium dapat menghemat 95% energi dan mengurangi polusi udara sebanyak 95% jika dibandingkan dengan ekstraksi alumunium dari tambang hingga prosesnya di pabrik. Penghematan yang cukup besar pada energi juga didapat dengan mendaur ulang kertas, logam, kaca, dan plastik.
Daftar Pustaka
Ø Wikipedia
Bahasa Indonesia
Ø JongJava.com
Ø Syamsuri,
Istamar, dkk. 2004. Biologi untuk SMA. Jakarta: Erlangga
Ø slideshare.net


0 comments:
Post a Comment